Monday, 31 March 2025

sewa atau beli

nulis topik tentang mobil lagi ah!

seneng banget kalau topiknya ini, karena gampang hehe. padahal ngga nyangka kalau aku tuh bakalan punya banyak pengalaman dalam urusan permobilan sejak tinggal di inggris. berhubung pas masih di indonesia sama sekali ngga pernah nyetir dan ngga punya mobil, jadi blas ngga paham sama sekali soal tetek bengek permobilan, dulu.

eh, nasib membawaku ke inggris, kuliah lalu kerja, dan sekarang netap berumah tangga. hidupku pun pelan tapi pasti mulai bergeser ke arah kenormalan hidup sehari-hari bagi orang inggris sini, termasuk punya mobil. kalau di indonesia punya mobil itu bisa diartikan sebagai sebuah kemewahan ya, tapi di inggris sini punya mobil itu lebih sebagai sebuah kebutuhan. makanya rata-rata hampir semua orang punya, meski level kemewahannya beda-beda.

yang cuma butuh mobil untuk transportasi sehari-hari, biasanya cukup beli mobil yang murah meriah yang penting masih bisa jalan dan legal dalam arti lulus tes kir atau tes layak jalan yang harus dilakukan satu tahun sekali. mobil-mobil seperti ini biasanya cc mesinnya kecil, harganya murah di kantong, dan biaya perawatan, pajak tahunan dan asuransinya juga terjangkau. makanya ngga heran di sini para tukang bangunan, tukang setrika, tukang bersih-bersih, tukang sapu, tukang masak, penjaga restoran, dan para pekerja kerah biru yang biasanya oleh masyarakat indonesia seringkali diasosiasikan dengan kelas bawah, di sini mereka kemana-mana nyetir mobil.

karena ya itu tadi, kebutuhan!

bagi mereka yang domisilinya di kota besar seperti london yang akses ke mana-mana cukup mudah, biasanya malah memilih untuk ngga punya mobil sama sekali. selain karena macet, biaya tetek bengek yang mahal, susah parkir, juga karena memang engga dibutuhkan. beda dengan yang tinggal di kota kecil atau tinggal di desa seperti aku. di desaku ada sih dijangkau sama bis umum, tapi jadwalnya bisa cuma dua kali dalam sehari dilewatinnya. makanya orang-orang yang tinggal di desa biasanya pada punya mobil, karena kemana-mana perlu nyetir sendiri.

cuaca negara empat musim juga ngga memungkinkan untuk moda transportasi lain yang engga ramah suhu udara. di musim dingin, memang paling nyaman kemana-mana pake mobil. 

tulisan-tulisanku terdahulu sudah banyak banget yang ngebahas tentang dunia permobilan yang kubidik dari berbagai sisi atau sudut pandang. beberapa di antaranya kukasih tautannya di bawah ini:

Otakkukusut: harga mobil; tulisan tahun 2012 tentang jomplangnya perbedaan harga mobil di indonesia dan di luar negeri pada umumnya dan di inggris pada khususnya. tebak mahalan mana hayo?

Otakkukusut: kena tulah; tulisan tahun 2014 tentang perjalananku mempunyai mobil di inggris, komplit dengan drama-dramanya. 

Otakkukusut: bye blackie; tulisan tahun 2017 ketika aku terpaksa berpisah dengan mobil kesayanganku.

Otakkukusut: mobil listrik; tulisan tahun 2022 tentang keinginanku punya mobil listrik. apakah kesampaian? baca sendiri ya 😁

Otakkukusut: pajak mobil; tulisan tahun kemarin jadi masih rada segar, tentang pajak mobil yang ternyata sangat mahal sekali di indonesia. semana mahalnya dibanding inggris? 

Otakkukusut: karma baik; ngga seru punya mobil kalau ngga pernah nabrak, hehe. ini cerita serunya. 

dan masih banyak lagi tulisan-tulisan lain tentang mobil. memang ngga ada matinya topik yang satu ini, hehe. jangan bosen ya, pemirsa!

***

meski sedikit banyak sudah beberapa kali kusinggung di tulisan-tulisan bertemakan mobil di atas, untuk tulisan kali ini, aku mau ngebahas tentang dua pilihan skema kepemilikan mobil di inggris, yang mungkin agak beda dengan skema kepemilikan di indonesia. kebetulan, salah satu temanku pernah nanya detilnya gimana untuk urusan sewa menyewa mobil di sini. karena kalau di indonesia, sepertinya skema kepemilikan masih cuma dengan cara beli doank ya. 

sewa mobil di indonesia sudah ada, tapi cuma jangka pendek sepertinya.

di inggris, skema sewa mobil bisa jangka panjang sampe empat tahun. namanya leasing. kalau untuk skema beli sih sudah umum ya, bisa beli kontan bayar tunai, dan bisa juga beli nyicil. sama saja sepertinya dengan pembelian mobil di indonesia. yang tunai ngga usah dibahas, sama kayak beli kacang goreng, dapet barang, bayar duit udah selesai. kalau yang nyicil, paling juga ngga jauh beda sih. nyicil pake bunga lewat pinjaman bank, atau nyicil ke dealernya langsung juga bisa.

nah, kalau soal sewa mobil, ini yang lebih menarik untuk dikupas tuntas. bukan sewa jangka pendek seperti yang mungkin banyak juga tersedia layanannya di indonesia. misalnya mau mudik lebaran sewa mobil seminggu atau dua minggu. begitu selesai ya dikembalikan. tapi konsep leasing di inggris ini sistemnya sewa tahunan. rata-rata sih 4 tahun yang aku tahu. meski ada juga pilihan sewa 3 atau 2 tahun. yang 1 tahun sepertinya belum pernah nemu. sewa jangka pendek sehari atau seminggu seperti di indonesia pastinya juga banyak tersedia. 

trus mau kubandingkan juga, pilihan mana sih yang paling menarik untuk dipilih. apa kelebihan dan kekurangan masing-masing skema, dan kenapa sebagian orang lebih memilih untuk beli, sebagian lagi malah lebih suka leasing?

untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah, yang kira-kira ringkasannya seperti berikut ini.


kalau kita lebih memilih untuk beli, berarti kita memiliki mobil tersebut sepenuhnya, artinya, dengan kepemilikan penuh akan memungkinkan kita untuk make mobilnya tanpa batasan waktu dan memodifikasi sesuai keinginan. misalnya bannya tadinya 4 ditambahin jadi 8. ini mobil apa trailer yak? namanya mobil sendiri ya terserah donk mau diapain yekan?!😁

trus sebagai pemilik, kita bisa bebas nyetir mobil kita sejauh yang diinginkan tanpa kuatir akan kena biaya tambahan kalau melebihi batas jarak maksimal yang biasanya sudah diterapkan pas tanda tangan kontrak sewa.​ nanti kubahas lagi di bawah ya.

keuntungan lain beli mobil adalah, nilai jual kembalinya lebih oke. meski nilai mobil akan selalu mengalami depresiasi seiring waktu, tapi kalau hak milik sendiri kita tetap bisa ngejual dan dapet duit sebagian dari duit yang kita investasikan di awal. 

selain kelebihan-kelebihan di atas dari memiliki mobil sendiri dari membeli, tentu banyak juga kekurangannya.

yang paling utama adalah, kita musti modal dulu di awal. beli mobil memang perlu pengeluaran awal yang cukup banyak. baik bayarnya pake tunai maupun uang muka yang lumayan kalau pake skema kredit.​ belum lagi bunganya. trus mobil tuh cenderung turun nilainya terutama dalam beberapa tahun pertama sejak baru gres. ini bisa berpengaruh ke potensi nilai jual di masa depan.​

pasti turun lah harga mobil itu seiring waktu. selain umurnya makin tua, juga semakin dipake tingkat keausannya semakin banyak. memang mobil itu bukan investasi yang menguntungkan, tapi merugikan. itungannya liability, atau tanggungan beban finansial. jadi memang kudu hati-hati "ngebuang" duitnya kalau mau punya mobil.

kekurangan lain yang ngga kalah pentingnya untuk bahan pertimbangan, adalah tanggung jawab atas semua biaya perawatan sebagai pemilik mobil, dan juga biaya perbaikan setelah masa garansi pabrikan berakhir.

nah, itu tadi plus minus kalau beli mobil. gimana kalau nyewa atau leasing?

***

keuntungan leasing mobil ada banyak, yang paling menonjol adalah biaya pembayaran bulanan yang lebih rendah. sama-sama nyicil misalnya, kalau beli kita kudu nyicil seluruh biaya harga mobil. sementara kalau nyewa, kita cukup bayar uang sewa saja yang pastinya jauh di bawah jumlah yang kudu dibayar per bulan kalau beli. 

skema leasing memang biasanya nawarin pembayaran bulanan yang lebih rendah dibandingkan dengan cicilan kredit pembelian, sehingga memungkinkan akses ke kendaraan yang lebih baru atau lebih mewah dengan biaya yang lebih terjangkau.​ misal kalau beli cuma bisa milih audi model paling kecil yang A1, tapi kalau nyewa bisa milih Q5 dengan pembayaran bulanan yang hampir sama. 

trus kalau leasing itu biasanya selalu dapet mobil baru gres keluar pabrik. ada juga sih leasing seken, tapi kebanyakan semuanya mobil baru. dengan begini, kita bisa milih model-model terbaru!

karena kontrak sewa pada umumnya berlangsung antara 2 hingga 4 tahun, orang yang selalu leasing bisa selalu berkesempatan untuk make mobil dengan teknologi dan fitur paling baru secara berkala, terus menerus. paling anti pokoknya naik mobil tua, ngga jaman, hehe 😁

trus, dengan nyewa, biaya perawatan juga pastinya jauh lebih rendah. bahkan kadang ngga ada sama sekali karena mobil baru gres masih dalam masa garansi pabrikan. kalau ada soak-soak dikit semua biaya perawatan dan perbaikan masih jadi tanggungan pabrik atau dealer alias gratis. jarang juga mobil merk keluaran eropa yang rewel di 10 tahun pertama. apalagi kalau cuma disewa selama 4 tahun. 

pengalamanku nyewa mbak titi waktu itu (baca tulisan tentang mbak titi di sini), pintunya ngga bisa ditutup kalau suhu udara turun kurang dari 5 derajat. pas awal sewa bulan oktober kan masih anget tuh karena baru musim gugur. eh pas udah masuk musim dingin, baru deh mobilnya rewel. kalau pintu ngga bisa ditutup kan ngga bisa jalan karena banyak software komputernya. akhirnya waktu itu kudu masuk bengkel lagi meski umurnya baru beberapa bulan sejak keluar dari pabrik. katanya sih waktu itu kudu diganti spare-part mekanik di dalam pintu yang naik dan nurunin kaca mobilnya. karena memang audi titi model yang itu pintunya frameless.

keren tapi rentan rusak haha. untungnya masih garansi pabrik jadi semua biaya gratis. coba kalau beli sendiri, bisa boncos.

satu lagi, banyak kontrak sewa sekarang ini yang juga termasuk biaya pajak kendaraan, jadi lumayan ngga usah bayar pajak terpisah lagi setiap tahunnya. itu beberapa keuntungan-keuntungan kalau kita milih nyewa daripada beli mobil sendiri, di inggris sini.

***

kekurangan sewa mobil, ada beberapa poin juga. poin paling utama, karena statusnya nyewa, ya mobilnya bukan milik kita. setelah masa sewa berakhir, kita musti ngembaliin itu mobil ke yang punya. kita ngga berhak atas kepemilikan aset, jadi kita juga ngga berhak ngejual mobil tersebut.

selain itu, ada batasan jarak tempuh yang kudu disetujui di awal kontrak, yang biasanya ditetapkan batas jarak tempuh tahunan. kalau akhirnya di akhir masa kontrak kita makai mobilnya melebihi batas tersebut, kudu bayar lagi biaya tambahan yang lumayan sesuai kesepakatan di awal.

memang pas di awal sewa, kita ditanya kira-kira dalam setahun makai mobilnya akan menempuh jarak berapa? kalau perkiraannya kita pakai ternyata di bawah kontrak biasanya ya kita bayar penuh sesuai kontrak. tapi sebaliknya kalau makainya melebihi kontrak, per km atau mile kelebihannya ada biaya tambahan. sial kan?! makanya perkiraan kita di awal kudu pas dengan pemakaian sebenarnya.

pas aku leasing audi titi dulu, kukira-kira saja berapa jarak dari rumah ke kantor, karena memang mobilnya dipake untuk kerja. dan berapa hari dalam sebulan kira-kira akan ngantornya. kasih aja toleransi 10% jadi bisa buat jaga-jaga kalau perkiraan kita meleset. waktu itu perkiraanku tadinya sudah benar, eh baru setahun lokasi kantorku pindah, heu heu. jadi agak jauh dari sebelumnya dan butuh jarak lebih jauh untuk ngantor. tadinya aku sudah pasrah pas make mobil selama 3 tahun di awal ternyata melebihi jarak kontrak per tahunnya. tapi karena aku kontraknya 4 tahun, syukurlah di tahun keempat malah pas pandemik jadi ngga ngantor sama sekali. 

akhirnya pas di akhir masa kontrak malah pemakaian jadi di bawah persetujuan. ngga jadi kena penalti deh, terima kasih covid 19 hehe.

poin lainnya yang kudu diperhatikan sebelum nyewa, adalah persyaratan kredit. karena kemampuan finansial dan sejarah utang piutang di inggris itu semuanya dicatet. jadi mereka yang selalu kesulitan untuk ngebayar utang di masa lalu, akan lebih sulit untuk nyewa mobil. kurlebnya begitu.

poin terakhir adalah potensi biaya tambahan untuk keausan berlebih, kerusakan, atau jika ingin mengakhiri kontrak sebelum waktunya.​ semuanya ini udah tertulis di kontrak kerjasama yang kita tanda tangani di awal ya. jadi engga ada yang tiba-tiba. jenis kerusakan yang terjadi, biasanya dicek pas kita kembalikan si mobil di akhir masa sewa. ada baret atau lekuk kecillllll saja, itu kita akan kena cas £35. biasanya kan memang naik mobil kadang ada kena batu yang melayang dari ban-ban truk atau mobil gede di tol. ngga bisa ngelak kadang ada satu atau dua yang kena bodi mobil kan. ini dicek semua lho, sekecil apapun bisa kena cas. 

apalagi kalau ada baret gede, atau sampe penyok. 

makanya mereka yang hobi leasing ini, bisa dipastikan adalah orang-orang yang jago nyetir, sangat berhati-hati, dan rajin ngerawat mobil!

pokoknya, kalau mau sewa jangka panjang itu kudu extra hati-hati banget jangan sampe ada luka sedikitpun di mobilnya. dengan begini, memang si pemilik atau dealernya engga mau kalau pas mobil kembali di akhir masa sewa, kondisinya rusak parah dan ngga terawat. jadi beban perbaikan dibebankan ke si penyewa.

pas aku nyewa si mbak titi, di akhir masa sewa tahun 2021 kemarin, aku udah deg-degan tuh pas mau diperiksa mobilnya. udah kucuci bersih, dan memang ada satu baret yang udah kuperbaiki ke bengkel dicat ulang baretnya hampir ngga kelihatan sama sekali. eh pas diperiksa, aku tetep kena dua dent atau penyok sangat kecil sekali, yang masing-masing dicas £35. jadi aku cuma bayar £70 totalnya.

ngga banyak itu dan kata si mas inspektornya, mobilnya hampir sempurna, kayak ngga pernah dipake dan masih baru! jarang-jarang banget dia ngasih cas orang yang nyewa di bawah £100, katanya. dia kagum dengan kemampuanku ngejaga dan ngerawat mobil yang kupake selama 4 tahun dan cuma kecas £70 di akhir masa sewa. aku sampe terharu huhuhu 😪

penasaran, kutanya ke si mas-mas itu. 

emang biasanya orang lain kena cas berapa sih mas. dia bilang minggu itu dia ngecas 3 orang lain sampe ada yang £400, £850 dan £2500! hah? separah itu? emang mobilnya kenapa? aku makin penasaran. yah biasa, kata dia. baret di sana sini, penyok di sana sini. trus jorok, ngga dibersihin bagasinya. dalemnya juga joknya kotor, itu kena biasa pembersihan. trus ada aksesoris yang hilang di bagasi maupun di mobil. ada juga yang peralatan elektroniknya rusak. hahaha, parah amattttt.....

itu orang-orang makai mobil sewanya apa sambil ngamuk apa gimana yak?!

setelah ngedengerin cerita dia, aku baru berasa lega, ternyata mobilku termasuk yang paling bersih, paling kinclong dan paling sedikit kena casnya. ternyata aku sopir yang baik dan bersihan haha 😂

***

kesimpulannya apa gais?

pilihan untuk beli mobil, biasanya dilakukan orang jika ingin mempunyai kepemilikan penuh, berencana make mobilnya untuk jangka panjang, dan ingin bebas dari batasan jarak tempuh serta memiliki fleksibilitas dalam memodifikasi kendaraan.​

pilihan untuk sewa mobil, jika orang lebih suka bayar bulanan yang lebih rendah, ingin secara rutin mengendarai mobil dengan model dan fitur-fitur terbaru, serta menghindari tanggung jawab atas depresiasi nilai serta biaya perawatan yang tidak terduga.

jadi pilihan antara beli atau sewa mobil di inggris, ternyata bergantung pada kebutuhan dan situasi pribadi masing-masing. engga ada yang lebih baik antara satu dan lainnya. semua ada pro dan kontra. semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

jadi jelas ya, mau sewa atau beli, kembali lagi ke situasi, kondisi, dan selera individu. 

karena inilah, selama aku hidup di inggris sini sejak tahun 2006, dan punya mobil sendiri sejak tahun 2007, aku sudah pernah beli dan juga sudah pernah sewa. demikian juga suamiku. meski cenderungnya aku lebih ke beli, dan suami lebih ke sewa sih. lihat deh tabel berikut ini. udah niat aku kasih semua foto mobil-mobil kami berdua dari masa ke masa.

oh ya, aku dan suami saling kenal mulai tahun 2008 ya. jadi aku sudah punya si rover goldie, dan suami waktu itu sudah punya A3.

kepemilikan mobil kami dari masa ke masa

nasib roverku yang kujual tahun 2012 ceritanya ada di tulisan ini. nasib si A3 yang kubeli dari dealer setelah selesai disewa suami selama 4 tahun, akhirnya kujual tahun 2017 ceritanya ada di tulisan ini. semua mobil yang statusnya sewa, yaitu A5 dan TT sudah dikembalikan ke dealer kecuali Q5 mobil suami yang sekarang, sewanya masih sampe tahun 2027 nanti.

sekarang ini, di rumah kami ada 3 mobil, atas nama suami 2, atas nama aku 1. tapi suami cuma makai 1, aku yang makai 2 😂

***

karena aku dan suamiku sama-sama kerja, masing-masing dari kami memang selalu mandiri kemana-mana punya mobil sendiri-sendiri. topik ini sudah pernah kusinggung di tulisan berjudul 'mobil listrik' ini.

saking mandirinya, minggu kemarin ada satu cerita lucu.

hari itu aku dan suamiku kudu ke sekolahan anakku karena dia mau ikutan acara "piano day". berhubung dia akan tampil main piano, para orang tua murid dipersilakan untuk datang dan nonton kalau ada waktu sela. yang mau nonton videonya ada di akun instagramku. yang mau follow akun instagramku, link-nya ada di menu 'kontak' di bagian atas laman blog ini ya #wink #wink

karena jarak sekolah ke rumah cuma 15 menit, aku niatkan untuk ke sana barengan sama suamiku, jadi aku ngga usah nyetir, nebeng aja. waktu itu pas masih jam kerja, aku ijin ke hrd-ku untuk keluar rumah sebentar dan akan kembali lagi secepatnya. kuceritakan alasannya dan hrd mengijinkan.

tapi, ternyata pagi itu aku ada meeting yang ngga bisa kutinggal. sementara suamiku jadwalnya lebih longgar. takut kalau telat karena nungguin aku masih meeting, suamiku memutuskan untuk cabut duluan. pake mobil dia sendiri donk, yang Q5 warna putih foto paling kanan bawah. tadinya aku memang udah pasrah kalau nyampe ke sekolahan telat dikit ngga papa. ngga lama berselang, meetingku pun selesai.

aku langsung cabut ke sekolahan anakku, terpaksa pake mobilku sendiri karena tebengannya udah ngacir duluan!

pilihanku ada dua! karena sejak aku beli mobil biru sport itu, yang makainya selalu kuawet-awet supaya odometernya tetap rendah, dan sejak suami leasing mobil audi Q5-nya, si hitam A6 itu malah aku yang pake untuk kesana-kemari. lumayan bisa jadi bumper supaya mobil biruku bisa awet. kalau ngga gitu boncos di odometer dan perawatan karena aus keseringan dipake hehe. masalahnya, karena aku jadi miara dua mobil, biaya tetek bengek dari asuransi, pajak, perawatan dan lain-lain jadi dobel. ya mau gimana lagi, risiko punya anak banyak, eh mobil banyak. 

setelah kelar urusan di sekolahan, kami berdua pun pulang. menuju mobil masing-masing. karena pulangnya pas jam makan siang, kami berdua putuskan untuk sekalian mampir ke cafe di sebelah desa untuk maksi. jadi konvoi donk nyetir sendiri-sendiri tapi menuju ke tempat yang sama. nyampe di cafe, kami parkir, dan keluar mobil. trus jalan bareng ke cafe. pengunjung cafe yang lain mungkin mikir kalau kami ini lagi pacaran, dan janjian untuk makan siang berdua di cafe gitu ya. karena datang masing-masing dan pulang pake mobil masing-masing tapi makannya duduk berdua semeja. 

padahal aslinya kami suami istri, yang gara-gara aku ada meeting tadi pagi itu, jadi akhirnya kudu pake mobil sendiri-sendiri meski tujuannya sama. 

hedeuh, geli sendiri pas ngobrolin itu 😅

Friday, 28 March 2025

perut buncit #2

ini sambungan dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama yaitu perut buncit bagian pertama, yang tautannya ada di sini. ide tulisan ini muncul karena seorang temen baik bertanya, mbak apa kabar perutnya setelah rajin ngegym, apakah sudah rata dan sudah six-pack? ini jawabannya.

setelah ngegym kurang lebih selama 5 bulan aku baru sadar, kalau impianku untuk punya perut six-pack itu ternyata cuma ilusi, gais 😂

makin ke sini, aku makin paham kalau untuk nyampe ke tujuan punya perut six-pack itu sangat jauh sekali perjalanan yang harus ditempuh, dan itupun kemungkinan untuk nyampe ke sananya persentasenya lumayan kecil. banyak banget persyaratan dan disiplin yang kudu dilakukan. sebagai manusia normal dengan kehidupan yang cukup normal, kerja juga, ngurus keluarga juga, namanya juga emak-emak. kayaknya untuk bisa nyampe ke perut six-pack itu bisa jadi cuma sekedar mimpi. bisa punya perut rata aja sudah seneng banget meski itupun butuh waktu lama.

Wednesday, 26 March 2025

panas dingin

hari senin kemarin aku nganter anakku ke dokter.

ngga sakit-sakit banget sih, wong masih tetep berangkat sekolah. kujemput dia lebih awal di sekolahan, jadi kudu ijin gurunya. dari sana kami langsung ke tempat praktek dokternya.

di inggris sini, semua alamat atau domisili itu punya dokter lokal. kalau kita pindah rumah, ya kudu pindah dokter yang dialokasikan ke kita sesuai alamat rumah atau domisili masing-masing. karena urusan kesehatan di inggris sini hampir semuanya gratis, jadi urusan perdokteran juga diatur oleh negara. sebagai warga negara kita tinggal manut saja. kecuali kalau mau bayar sendiri pakai dokter swasta, pilihan ini ada juga. keuntungannya punya dokter swasta, ngga usah nunggu atau antri, bisa ke sana tiap saat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...